Catatan Klasik

Ketika

Saat yang menyenangkan itu, ku terus lakukan, terlalu banyak perempuan yang kumainkan, saat berhubungan kasih dengan salah seorang wanita yang sekelas dengan ku, tanpa dia tau bahwa dua wanita sekaligus yang ku dekati, hingga aku di kenal sebagai pria yang di sebut playboy. Terlalu singkat hubungan itu, aku tak pernah merasakan yang namanya sendiri sampai ketika aku tak memperdulikan lagi soal perasaan, sudah cukup yang aku lakukan. Hari – hari ku dipenuhi dengan game, game, dan game aku tak tau kenapa aku tiba – tiba merasa bosan dengan hal – hal yang menyangkut tentang perasaan.

Pada hari itu teman sebangku ku diperkenalkan dengan wanita yang sebelumnya ku tak kenal, jelas saja dia berada pada Sekolah Menegah Pertama yang di saat itu ia duduk di bangku kelas 3 tak lama lagi untuk beranjak ke SMA, aku penasaran dengan wanita ini, yang awalnya di perkenalkan kepada teman sebangku ku. Tak lama setelah itu Ku temui ia pada sebuah game online yang sama, aku mulai tertarik kepadanya dengan alasan yang cukup sederhana, ia mempunyai hobby yang sama dengan ku. Aku yang naïf, terburu – buru untuk memiliki, ku sudah ungkapkan perasaan, namun tak sesuai ekspetasiku, dia yang tak mudah aku miliki dan lebih sulit dari aku bayangkan. Aku menggunakan banyak cara untuk memiliki nya, 3x ku utarakan perasaanku, meminta ia menjalin hubungan dengan ku namun 3x penolakan yang ku terima, dengan alasan yang menyangkut masa laluku, bahwa menjalin hubungan denganku hanya menjadi sebuah permainan.

Komentar