Postingan

Pemenang di akhir petang

Gambar
     Ternyata pemenangnya tak harus memiliki apa yang ia inginkan. Membuat seseorang menjadi tenang itulah pemenang, mengapa selalu di sebut sebagai "Pemenang di akhir petang" Ia selalu tampak egois disetiap awal sebuah pertandingan dan berakhir habis pada setiap matahari tenggelam.      Haii, lama kita tak saling bicara mengungkap rasa sudah sekian lama, pasti kau merindukan ucapan ucapan patah hati berkali-kali kan ? , Aku selalu malu mengunjungi mu setiap kali ada masalah yang tak pernah terselesaikan dengan baik, aku datang kepadamu untuk menyampaikan semuanya.       Banyak yang ingin ku cerita, cobalah baca ini sambil dengerin musik kesukaan mu "Geisha - Full album", aku seperti orang gila yang berbicara kepada diriku sendiri, namun sebenarnya itu perlu bercerita tentang sakitmu kepada dirimu sendiri karena seseorang bakal tidak peduli terhadap mu, apalagi seseorang yang telah berpartisipasi dalam menghancurkan hati hingga mimpimu, ...

Untuk yang biasa

Aku mencintaimu dengan seksama, seperti rasa yang tak bisa di ucap dengan kata, yang sebenarnya sulit untuk mengungkapkan nya.  Aku mencintaimu dengan dengan sederhana, seperti sajak bapak Sapardi djoko damono, membuat kata yang tak bisa di Terima dengan rasa.  Aku mencintaimu dari mata, hingga keluar menjadi kata.  Aku mencintaimu dengan rasa, seperti jatuh cinta pandang pertama.  Dan aku tlah mencintaimu, namun perolehan makna belum di Terima dengan cara yang luar biasa. 

Akhir Di Titik Tertinggi

( Kisah & Pisah ) Kisah baru baru terjadi, seperti biasanya sepasang kekasih memilih untuk serius dalam berkata - kata, memikirkan semua jawaban , memikirkan semua hal yang akan terjadi, mengantisipasi semua permasalahan dengan serius, sampai tak ada kata putus dalam satu hubungan. Semakin hari semakin indah, saling sapa dalam setiap pagi saling mengucapkan di setiap malam, indah tak mau berakhir terlalu cepat, setiap saat kita melangkah dengan rasa penuh hati - hati, menjaga satu sama lain. Hingga saat ini Kisah Akhir di Titik tertinggi akan berakhir, menjadi pisah. Bukan persoalan siapa yang jatuh cinta, siapa yang patah hati, dan siapa yang sakit hati kita perdebatkan saat itu, hujan terus menerus menemani di setiap perjalanan, jauh dari tempat kita bercengkraman, kali ini kita berada pada titik tertinggi dari sebuah perkotaan, dengan jalan yang sedikit tersendat-sendat, kau bicara tentang perasaan yang masih sama, tetapi keyakinan yang berbeda, kita merasakan hal yang sama ...

Akhir Di Titik Tertinggi

( Kasih & Kisah ) Kasih belum berakhir, hanya saja ingin menjelaskan titik awal dari sebuah kisah. Hari ini, seperti biasa konsisten terhadap waktu masih menjadi persoalan. Kegiatan di hari pertama yang di selenggarakan selama 2 hari berturut-turut, membuat konsisten terhadap waktu menjadi terbengkalai, inilah menjadi awal dari semua permasalahan tentang kedewasaan. Bagian pertama tentang persoalan rasa. Puncak dari sebuah kelaraan, iala mencari pengganti untuk keseimbangan. Baru saja terbersit dalam pemikiran, bahwa keseimbangan hidup butuh yang namanya jatuh cinta setelah patah hati yang mendalam. #1 ( Bagian Rasa ) Raga yang bertolak belakang dengan rasa, menjadi kebohongan terbesar dengan menipu diri sendiri, berdamai dengan liri perih, Memaksa hati menerima ia pergi, untuk kesekian kali. Sama seperti hari - hari biasanya, melakukan aktivasi sebagai mestinya, bangun dengan lewat waktu yang di sepakati, bergegas menuju tempat kegiatan, seperti biasa mencari alasan yang te...

Catatan Klasik

One Years Hari – hariku masih saja sama dengan hari kemarin yang tidak berubah, game online masih jadi prioritas utamaku, namun dibalik itu ada sesuatu yang harus aku miliki, dengan sedikit perhatian, candaan, yang bisa membuat ia tertawa, karena cinta datang tak harus dari tatap mata yang jatuhnya ke hati, tetapi bisa saja dengan kenyamanan, buat ia tertawa, sehingga menjadikan sebuah ketergantungan. Hari terlalu cepat berlalu, hampir usai sudah masa SMA ku, sedangkan ia baru saja masuk, baru saja aku melihatnya secara langsung, yang kemarin hanya melihatnya secara visual.  Tak sampai disini. Aku masih saja penasaran dengan wanita itu yang sulit aku miliki, ia yang selalu menarik perhatianku setiap saat, aku binggung dengan cara apa ku melakukan nya lagi, sepertinya aku kehabisan cara agar dapat menjalin kasih dengannya. Sudah cukup lama semua ini, sudah tak tahan untuk mengutarakannya lagi walaupun sudah ku bayang – bayangi peristiwa yang terjadi selanjut nya, melihat dari p...

Catatan Klasik

Ketika Saat yang menyenangkan itu, ku terus lakukan, terlalu banyak perempuan yang kumainkan, saat berhubungan kasih dengan salah seorang wanita yang sekelas dengan ku, tanpa dia tau bahwa dua wanita sekaligus yang ku dekati, hingga aku di kenal sebagai pria yang di sebut playboy. Terlalu singkat hubungan itu, aku tak pernah merasakan yang namanya sendiri sampai ketika aku tak memperdulikan lagi soal perasaan, sudah cukup yang aku lakukan. Hari – hari ku dipenuhi dengan game, game, dan game aku tak tau kenapa aku tiba – tiba merasa bosan dengan hal – hal yang menyangkut tentang perasaan. Pada hari itu teman sebangku ku diperkenalkan dengan wanita yang sebelumnya ku tak kenal, jelas saja dia berada pada Sekolah Menegah Pertama yang di saat itu ia duduk di bangku kelas 3 tak lama lagi untuk beranjak ke SMA, aku penasaran dengan wanita ini, yang awalnya di perkenalkan kepada teman sebangku ku. Tak lama setelah itu Ku temui ia pada sebuah game online yang sama, aku mulai tertarik ke...

Catatan Klasik

Assalamualaikum wr wb , selamat malam, selamat siang, dan selamat pagi untuk pembaca blog ini. Awal Kisah Bercerita tentang cinta, aku tak terlalu mengenal cinta yang sesungguhnya yang ku tau hanya mencintai dan harus di cintai jika tidak, itu bukan cinta. pikir ku tentang cinta, saat aku duduk di bangku sekolah dasar kelas 6. Aku menjalin kasih dengan seseorang perempuan yang berbeda sekolah dengan ku, bercakap melalui surat yang di tulis pada sepenggal kertas. pada saat itu ia yang ku kenal merupakan orang yang pertama kucintai. Perasaan yang berdebar - debar saat terima surat balasannya hinga sampai aku berada di Sekolah Menegah Pertama. Aku terpaku diam melihat nya dengan orang lain duduk bercerita tertawa hingga mesra di depan mataku, aku tak peduli tak ada kata perpisahan dalam hubungan ku dengan nya, tak ada rasa sakit, atau pun rasa kecewa , melainkan aku lupa rasa cinta itu. Akhirnya pada masa SMP itu, aku menghabiskan waktu ku dengan mempermainkan perempuan sampai...