Catatan Klasik
One Years
Hari – hariku masih saja sama dengan hari kemarin yang tidak berubah, game online masih jadi prioritas utamaku, namun dibalik itu ada sesuatu yang harus aku miliki, dengan sedikit perhatian, candaan, yang bisa membuat ia tertawa, karena cinta datang tak harus dari tatap mata yang jatuhnya ke hati, tetapi bisa saja dengan kenyamanan, buat ia tertawa, sehingga menjadikan sebuah ketergantungan. Hari terlalu cepat berlalu, hampir usai sudah masa SMA ku, sedangkan ia baru saja masuk, baru saja aku melihatnya secara langsung, yang kemarin hanya melihatnya secara visual.
Tak sampai disini. Aku masih saja penasaran dengan wanita itu yang sulit aku miliki, ia yang selalu menarik perhatianku setiap saat, aku binggung dengan cara apa ku melakukan nya lagi, sepertinya aku kehabisan cara agar dapat menjalin kasih dengannya. Sudah cukup lama semua ini, sudah tak tahan untuk mengutarakannya lagi walaupun sudah ku bayang – bayangi peristiwa yang terjadi selanjut nya, melihat dari peristiwa kemarin yang membuatku harus mengingatnya 3x pengutaraan namun 3x pula penolakan. Berapa lama ku harus menunggu, apapun jawabannya, ini merupakan kesempatan terakhirku, hingga ku harus berkomitmen jika jawaban yang sama dengan hari itu, perjuanganku akan berakhir sampai disini.
Masih saja dengan perihal ini, kebiasaan bercerita hal – hal lelucon. kini ku ajak ia membahas sesuatu yang lebih serius, berbicara tentang keresahan hati yang terpendam cukup lama. Aku belum tahu harus bagaimana untuk memulai nya, secara perlahan menuju pernyataan dengan maksud ingin memiliki mu. Setelah semuanya ku utarakan, kini ia tersipu malu dan mengalihkan pandangannya. Lalu menjawab semua keresahan atas sebuah penatian yang setahun lamanya. Beberapa komitmen terbangun sejak hari itu dan kisah baru saja di mulai.
Komentar
Posting Komentar