Akhir Di Titik Tertinggi
( Kasih & Kisah )
Kasih belum berakhir, hanya saja ingin menjelaskan titik awal dari sebuah kisah.
Hari ini, seperti biasa konsisten terhadap waktu masih menjadi persoalan. Kegiatan di hari pertama yang di selenggarakan selama 2 hari berturut-turut, membuat konsisten terhadap waktu menjadi terbengkalai, inilah menjadi awal dari semua permasalahan tentang kedewasaan.
Bagian pertama tentang persoalan rasa. Puncak dari sebuah kelaraan, iala mencari pengganti untuk keseimbangan. Baru saja terbersit dalam pemikiran, bahwa keseimbangan hidup butuh yang namanya jatuh cinta setelah patah hati yang mendalam.
#1 ( Bagian Rasa )
Raga yang bertolak belakang dengan rasa, menjadi kebohongan terbesar dengan menipu diri sendiri, berdamai dengan liri perih, Memaksa hati menerima ia pergi, untuk kesekian kali.
Sama seperti hari - hari biasanya, melakukan aktivasi sebagai mestinya, bangun dengan lewat waktu yang di sepakati, bergegas menuju tempat kegiatan, seperti biasa mencari alasan yang tepat, untuk bisa masuk dalam ruangan. Banyak orang asing di dalamnya tanpa saling menyapa, dan tak mau menyapa. Jujur tak mau berada di tempat ini, yang penuh dengan keramayan apa lagi tak saling mengenal, seperti orang asing saja di dalamnya.
#2 ( Bagian sapa )
Mau tak mau, suka tak suka, bagian ini harus di lewati, salam tangan harus terjadi, sapa menyapa menjadi tradisi. Situasi yang mulai terkendali, dengan merubah pola pikir, hingga bisa berdamai dengan diri.
Hari kedua dalam sebuah kegiatan, nampaknya beberapa yang telah mengenal dan saling bersapa, anehnya ada yang dapat mengalihkan pandangan, tapi bukan untuk beralih. Aku mulai membuka pembicaraan dengan mendominasi di setiap ruangan, antara ruang pembicaraan nya maupun ruang antara kita saja. Sapa menyapa, tanya mengapa, sampai tertawa di akhir cerita.
#3 ( Bagian kata )
Sebagian kata sudah tertutur jelas, pertukaran kata - kata mulai terlihat, ketika maksud dan tujuan terlihat jelas.
Pertama nya terdengar suara kesamaan, menjadi bahan pembicaraan. Selanjutnya hari - hari menjadi terasa terkesan, saling curi pandang di setiap kesempatan, menjadi perasaan yang berkepanjangan
Sore itu merupakan perpisahan yang menyenangkan, untuk pertama kalinya kita berpegangan tanpa ada ikatan. Perasaan ini mulai nyaman ketika semua kata dapat tersampaikan dengan tenang. Malam itu 2 orang dengan perasaan yang sama saling bertatapan, mengutarakan apa yang menjadi penantian.
#4 ( Bagian Ucapan )
Penantian, perasaan, dan persoalan tertutur dengan ucapan berakhir dengan kenyamanan. Memilih seseorang menjadi sebuah jawaban tentang kelaraan.
Menjalin kasih dengan seseorang yang baru ku temui, merupakan awal dari sebuah kisah.
Komentar
Posting Komentar