Akhir Di Titik Tertinggi

( Kisah & Pisah )

Kisah baru baru terjadi, seperti biasanya sepasang kekasih memilih untuk serius dalam berkata - kata, memikirkan semua jawaban , memikirkan semua hal yang akan terjadi, mengantisipasi semua permasalahan dengan serius, sampai tak ada kata putus dalam satu hubungan.

Semakin hari semakin indah, saling sapa dalam setiap pagi saling mengucapkan di setiap malam, indah tak mau berakhir terlalu cepat, setiap saat kita melangkah dengan rasa penuh hati - hati, menjaga satu sama lain. Hingga saat ini Kisah Akhir di Titik tertinggi akan berakhir, menjadi pisah.

Bukan persoalan siapa yang jatuh cinta, siapa yang patah hati, dan siapa yang sakit hati kita perdebatkan saat itu, hujan terus menerus menemani di setiap perjalanan, jauh dari tempat kita bercengkraman, kali ini kita berada pada titik tertinggi dari sebuah perkotaan, dengan jalan yang sedikit tersendat-sendat, kau bicara tentang perasaan yang masih sama, tetapi keyakinan yang berbeda, kita merasakan hal yang sama patah hati sedalam - dalam nya, kita bicarakan dengan sebaik-baiknya, dalam situasi ini hati kita seakan jatuh dan hancur berantakan, sempat ada penyesalan kenapa kita yang harus berbeda kenapa bukan keyakinan saja berada dalam satu ketuhanan.

Sejak hari itu, hubungan kita tak memiliki arah dan tujuan, hari itu kita menjadi sebatas teman dengan saling ungkap kata sayang. Keadaan yang semakin tidak sempurna, melewati bersama - sama, memperjuakan dengan seksama, melepaskan semua amarah terhadap hati yang penuh dengan kekurangan.

Kiranya kata dari Akhir di titik tertinggi menjadi kenyataan, melihat semua perdebatan, menginginkan sebuah kemenangan, dan ada yang menerima kekalahan, tetapi berdua memilih untuk tetap bertahan, sampai kiranya masih bisa untuk dibicarakan, memilih bersama walaupun akhirnya harus merelakan.

Semua terjadi dengan waktu yang sangat singkat, menyelesaikan dengan hati penuh harapan, bersenda gurau kita lakukan, sampai pelukan menjadi sebuah kehangatan, memilih untuk menyatukan hati kembali.

Hari - hari berikutnya tulisan ini tak kunjung diselesaikan, mengingat kita saling menagih candu kerinduan, berjalan dengan keangkuhan bahwa kita pasti membuat suatu kenyamanan yang berkepanjangan. Melibatkan perasaan dalam setiap kutipan, melibatkan kehangatan dalam setiap rangkulan tangan, melibatkan hati dalam setiap ucapan.

Sampai berada dimana tulisan ini terselesaikan, ketika hati retak kesekian kalinya, menjadi tak beraturan untuk kutipan apa yang tepat dalam melambangkan kekesalan.

Pecah dengan sendirinya, situasi mulai tidak terkendali, kecemburuan ada dimana - mana, kecurigaan mulai membesar seketika, debar  jantung mulai tak beraturan, kekesalan mulai terlihat antar kita berdua, dua orang saling melempar keresahan, tanpa ada henti - hentinya, bayang - bayang mulai terlihat jelas, awal perpisahan semakin mendekat, hal yang tak di inginkan pun mulai menyapa, isak tangis mulai menghampiri, disaat kebenaran dari kecurigaan mulai terungkap.

Sambil menunggu pertanyaan yang tak di inginkan, mendengar jawaban yang sebenarnya tak mau ku dengarkan, berharap jawaban yang di ucapkan tak sama dengan pemikiran, melihat kesetiaan walaupun hanya sebuah candaan atau sebuah setingan. Perasaan tak kenal yang namanya permainan, perasaan mengenal semua adalah kenyataan, mengingat kita adalah hubungan yang bertahan dalam satu keteguhan.

Ketika tak saling mengajarkan sebuah kesadaran dalam setiap hubungan, tak ada lagi yang namanya menghargai di dalam ucapan, tak ada lagi yang namanya pengakuan walaupun sebatas candaan, berdialog tentang rasa tak ada yang namanya permainan semua adalah keseriusan, ucapan tak bisa mendamaikan perasaan, ucapan sering memberikan kelaraan.

Dengan isak tangis, kekecewaan mendalam, suara mulai tersedak sedak, dengan kata " Mungkin ini akhir dari ucapan selamat perpisahan " , menahan cucuran air mata, berdialog keras dengan perasaan, untuk menahan perpisahan, melarai kekecewaan, namun tak sempat lagi untuk bertahan, semua kekesalan terlanjur berhamburan, Kisah menjadi Pisah.

Gambar menjadi alasan untuk mengenang, untuk itu satu persatu gambar menjadi bahan bakar kekesalan, dengan membiarkan menghilang tanpa kesan, menebas habis jalan kenangan, yang menjadi pemicu rasa kekecewaan yang berkepanjangan.

Tangis makin merajalela waktu malam, menghabiskan air mata yang sebenarnya tak mau di keluarkan, musik patah hati mulai terdengar lirih dengan perlahan, kelaraan semakin menjadi jadi, bukan tanpa alasan, tanpa bertahan, ia mengucapkan selamat perpisahan.

Dengan segera, hal untuk menemukan kini ku ubah untuk sebuah batasan, tak ada lagi caranya untuk memberikan penjelasan, semua langsung hilang tanpa di baca, ucapan maaf terus menerus di ucapkan, tanpa sadar dia melakukan hal yang paling menyakitkan.

Tersadar dengan kenyataan, tak ada lagi ucapan yang sering tertera kala pagi mendatang, kini rasa perih yang masih mendalam disetiap waktu - waktu tertentu, namun menjadi bahan untuk menyelesaikan tulisan ini, dalam Bagian Kisah & Pisah.

#Bagian Terpenting

Hal yang paling menyakitkan, ialah ketika dua orang menjadi asing tanpa sapa, tanpa saling menyapa, berdiri dengan ego masing-masing dengan rasa rindu, dengan rasa peduli. Kali ini Tepat sebelum matahari benar-benar jatuh dalam pelukan senja, merindu hal yang paling dibutuhkan, menyapa hal yang paling di inginkan.

Kali ini patah hati terbaik menurut ku adalah menyapa senja di tepi bibir air laut yang tak bisa mencapai daratan, hanya bisa bertepuk lalu kembali, dia tak bosan berkali-kali untuk mencoba nya untuk kesekian kali. Tak jauh dari pandangan masih menikmati sehabis hujan, kali ini pelangi menyapa dengan baik walaupun tak sempurna, setidaknya dia hadir memberi senyum kepada setiap orang yang lagi menderita patah hati, kegagalan dalam memilih hati.
Ada yang tampak mesra, di kala hati terasa berbeda.
Untuk bagian yang penting bahwa aku baru saja menginginkan kamu kembali secara nurani semua benar saja terjadi, tak ada yang mau pisah di saat benar-benar saling mencinta, tapi kenyataan berkata lain dengan semua keadaan yang bercerita, mengingat malam itu terasah pahit hati untuk mengenang masa hancur dan berantakan nya hati, semua pengakuan yang jelas terdengar dengan seksama. Agustus banyak pilu terjadi mengakhiri bulan dengan kisah yang begitu pelik terasa, untuk mu Terima kasih, aku dapat menyelesaikan persoalan serta kebingungan dalam mengakhiri tulisan ini, tenang saja pasti ada cerita yang berbeda dengan kisah yang sama.

Komentar